Respon PB PGRI Terhadap New Normal di Bidang Pendidikan

  • Senin, 28 September 2020 - 01:37:15 WIB
  • Administrator
Respon PB PGRI Terhadap New Normal di Bidang Pendidikan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/06/2020). Pemerintah Indonesia akan mencanangkan kebijakan new normal untuk beberapa sektor diantaranya di sektor pendidikan, yang kita ketahui ikut terkena dampak akibat penyebaran virus corona baru.

Rencananya pemerintah akan mengatur aturan khusus terkait penerapan new normal di bidang pendidikan. Meskipun sejauh ini kementrian Pendidikan (kemendikbud) RI masih mengkaji aturan tersebut dengan berbagai stakeholder, termasuk kementrian kesehatan dan tim gugus tugas covid-19.

Menanggapi hal ini, Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) ikut mengingatkan agar pemerintah dalam mengambil kebijakan harus berhati-hati. Agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar.

Respon PB PGRI Terhadap New Normal di Bidang Pendidikan

Ketum PB PGRI, Unifah Rosyidi mengungkapkan beberapa respon terkait kebijakan pendidikan di masa new normal yang akan diberlakukan oleh pemerintah Republik Indonesia

“Pertama, Dalam menjalankan tatanan new normal dunia pendidikan, keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama dengan tetap memperhatikan pemenuhan hak-hak anak dalam memperoleh pelayanan pendidikan.” Ungkapnya (09/06/2020)

Ia menambahkan bahwa, memang dalam masa virus corona ini, pemerintah harus bijak dalam mengambil keputusan, khawatirnya sekolah akan menjadi cluster baru, jika tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kedua, PGRI memandang tahun akademik tetap dapat dilaksanakan bulan Juli 2020 dengan pelaksanaan pembelajaran secara daring, blended learning, atau luring dengan protokol kesehatan yang sangat ketat agar sekolah tidak menjadi cluster baru dalam penyebaran Covid-19.” lanjutnya

Unifa juga mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia dalam hal ini kementrian pendidikan dalam merespon situasi pendidikan yang harus menyesuaikan tatanan normal baru.

“PGRI mengapresiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan beberapa pemerintah daerah yang telah membuat guideline atau panduan dan SOP pelaksanaan sesuai protokol kesehatan. Hal ini sesuai dan sejalan dengan usulan PGRI yang dikemukakan beberapa waktu lalu.” imbuhnya

Ketua PB PGRI ini juga menyarankan agar mengurangi beban kurikulum di tiap satuan pendidikan agar tidak memberatkan baik pendidik maupun peserta didik. Namun tentunya subtansi proses belajar mengajar tidak berkurang. Hal ini dilakukan agar peserta didik mendapatkan hak pelayanan pendidikan yang baik

“Dalam pemenuhan hak-hak anak untuk mendapatkan pelayanan pendidikan, PGRI memandang perlunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merancang standar kurikulum minimum, proses pembelajaran dan penilaian, pemberian tugas tugas, sehingga pembelajaran bermakna dapat berlangsung dengan beban kurikulum yang minimal.” Ungkap Unifa

Selanjutnya, Ketua PB PGRI ini juga mengingatkan agar kementrian pendidikan harus tetap berkoordinasi dengan berbagai sektor, termasuk kementrian kesehatan dalam mengambil keputusan

“Pelaksanaan New Normal di dunia pendidikan memerlukan kewaspadaan yang tinggi. Pelaksanaannya hanya dimungkinkan setelah mendengar dan menghimpun berbagai
masukan dari para ahli kesehatan dan pendidikan.” Lanjutnya

Terakhir, Unifa menyampaikan bahwa PB PGRI meminta agar adanya kerjasama yang terjalin antara pemerintah pusat dan daerah sehingga pelaksanaan kebijakan new normal di bidang pendidikan bisa berjalan sesuai apa yang direncanakan, seperti pemenuhan sarana prasana satuan pendidikan.

Selain itu, ia juga menghimbau agar sosialisasi kepada masyarakat dapat dilakukan dengan baik dan lebih masif. Dan juga PB PGRI meminta peran aktif dari para orangtua peserta didik dalam rangka suksesnya pemberlakukan kebijakan ini.

“Keenam PGRI menyatakan, pelaksanaan new normal dunia pendidikan perlu mendapatkan dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap sarana dan prasarana kesehatan dan dukungan orang tua untuk memastikan anak-anak tetap mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan”. tutupnya

  • Senin, 28 September 2020 - 01:37:15 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya

Tidak ada artikel terkait